Rabu, 01 Februari 2012 - 10:02:08 WIB
SILABUS
Diposting oleh : Administrator
Kategori: 3-SMAIT-TQ - Dibaca: 2834 kali

Silabus SMAIT-TQ Ma'had Ihya Assunnah Tasikmalaya

Silabus adalah rencana pembelajaran untuk suatu dan/ atau kelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/ pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian  kompetensi untuk penilaian, penilaian , alokasi waktu, dan sumber belajar.

Prinsip Pengembangan

 

  1. Ilmiah
    Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
  2. Relevan
    Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran, dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, sosial emosional, dan spiritual peserta didik.
  3. Sistematis
    Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional di dalam mencapai kompetensi.
  4. Konsisten
    Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok/ pembelajaran, pengalaman belajar, sumber, dan sistem penilaian.
  5. Memadai
    Cakupan indikator, materi pokok/ pembelajran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
  6. Aktual dan Kontekstual
    Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata dan peristiwa yang terjadi.
  7. Fleksibel
    Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, dan dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
  8. Menyeluruh
    Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).

 

Pengembangan Silabus

Disusun secara mandiri oleh guru yang dilaksanakan pada awal pelajaran dengan rincian tugas sebagai berikut:

  1. Guru kelas membuat silabus semua matapelajaran sesuai dengan jumlah matapelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.
  2. Guru matapelajaran membuat silabus sesuai dengan matapelajaran yang diampu untuk sejumlah kelas yang menajdi tanggung jawabnya.

Langkah-langkah Pengembangan Silabus

  1. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
    Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar matapelajaran sebagaimana tercantum di dalam standar isi, dengan memperhatikan hal-hal berikut:
    a. Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/ atau tingkat kesulitan materi tidak
        harus selalu sesuai dengan urutan yang terdapat di dalam standar isi.
    b. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam matapelajaran.
    c. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar matapelajaran.
  2. Mengidentifikasi materi pokok/ pembelajaran
    Mengidentifikasi materi pokok/ pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar  dengan mempertimbangkan:
    a. Potensi peserta didik
    b. Relevansi dengan karakteristik daerah.
    c. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik.
    d. Kebermanfaatan bagi peserta didik.
    e. Struktur keilmuan.
    f.  Aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran.
    g. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.
    h. Alokasi waktu.

  3. Mengembangkan kegiatan pembelajaran
    Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka mencapai kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.
    Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
    a. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik
        khususnya guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
    b. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik
        secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
    c.  Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi
        pembelajaran.
    d. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur ciri
        yang mencerminkan pengelolaan belajar siswa yaitu kegiatan siswa dan materi.

  4. Merumuskan indikator pencapaian kompetensi
    Indikator merupakan penanda bagi pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan.
    Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, matapelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah, dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/ atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
  5. Penentuan jenis penilaian
    Penialian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/ atau produk, penggunakan portofolio, dan penilaian diri.
    Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
    Hal-hal yang harus diperhatikan di dalam penilaian:
    • Penialain diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.
    • Penilaian menggunakan acuan kriteria yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
    • Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan di dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik.
    • Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut.
      Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.
    • Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan, maka evaluasi harus diberikan, baik pada proses (ketrampilan proses), misalnya teknik wawancara maupun pada produk/ hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.
  6. Menentukan alokasi waktu
    Penentuan alokasi waktu pada setiap komponen dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu matapelajaran perminggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar.
    Alokasi waktu yang dicantumkan di dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peseta didik yang beragam.
  7. Sumber belajar adalah rujukan, obyek dan/ atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa medaia cetak dan elektronik, narasumber, dan lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
    Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/ pembelajran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

 


0 Komentar :