Rabu, 01 Februari 2012 - 10:57:37 WIB
KURIKULUM SMAIT-TQ
Diposting oleh : Administrator
Kategori: 3-SMAIT-TQ - Dibaca: 4603 kali

KURIKULUM SMAIT-TQ

A. LATAR BELAKANG
Sebagai sekolah yang sedang berkembang, SMAIT-TQ Ihya As-Sunnah mencoba mewujudkan cita-cita bersama antara penyelenggara pendi- dikan (Yayasan Ihya Assunnah dan orang tua murid), masyarakat sekitar sekolah, dan pemenuhan kebutuhan lembaga pendidikan lanjutan pasca SMP Islam/ SMP umumnya/ Tsanawiyah yang telah diselenggarakan yayasan dan lembaga pendidikan yang telah ada. Potensi tersebut di atas (kebutuhan bersama)  merupakan faktor kekuatan yang patut diperhi- tungkan. Terlebih lagi, kesiapan SDM melaksanakan pendidikan meru- pakan anugerah tersendiri yang patut disyukuri.
Adapun faktor percepatan penyelenggaraan SMAIT-TQ Ihya As-Sunnah dari sisi waktu, dana, dan kesigapan bertindak penyelenggara dirasakan masih kurang dan hal itu merupakan kelemahan yang ada. Ditambah pula dengan status ekonomi masyarakat sekitar sekolah yang memang kurang menguntungkan bagi program percepatan kemajuan sekolah. Demikian halnya sebagian orang tua siswa berada di dalam kondisi status social ekonomi bawah.
Kebutuhan akan sekolah yang berkualitas (mengutamakan kebenaran Islam baik di dalam policy maker, sistem pendidikan dan kurikulumnya serta pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran) dan keberadaan sekolah-sekolah Islam di sekitar SMAIT-TQ Ihya As-Sunnah serta pembenahan masyarakat Islam secara menyeluruh menuju berkehidupan Islam yang sebenarnya merupakan tantangan tersendiri yang mendorong upaya percepatan untuk mewujudkan SMAIT-TQ Ihya Assunnah yang bermutu.
Adapun kendala terbesar yang nyata bagi terwujudnya SMAIT-TQ Ihya Assunnah yakni ketiadaan dana awal yang memadai bagi penyelenggaraan pendidikan dan dana operasional untuk program percepatan peningkatan mutu pendidikan serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikannya. Ketiadaan/ belum efektifnya Komite Sekolah (karena sebagian orang tua santri bertempat tinggal jauh dari pondok), dan belum terjalinnya komunikasi dengan Dewan Pendidikan maupun Dinas Pendidikan serta lembaga-lembaga pendidikan yang peduli atas mutu pendidikan Islam menambah terasa banyaknya hambatan untuk mewujudkan SMAIT-TQ Ihya Assunnah yang berkualitas.
Namun demikian, peluang untuk eksisnya SMAIT-TQ Ihya  Assunnah, bahkan untuk kemajuannya hingga menjadi SMA unggulan masih terbuka lebar. Bentuk sekolah seperti ini di wilayah Tasikmalaya, masih tergolong sangat jarang, kalau tidak dikatakan belum ada yang representatif. Semoga Alloh Ta’ala mengaruniai taufiq, hidayah, inayah, dan kesempatan yang memungkinkan bagi terwujudnya SMA Islam unggulan di kota Tasikmalaya khususnya.

B. ACUAN KURIKULUM SMAIT-TQ Ihya Assunnah
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMAIT-TQ Ihya Assunnah Tasikmalaya mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan yang didampingi dengan Sistem Pendidikan Islam dan Kurikulumnya dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Adapun standar nasional pendidikan meliputi: Standar Isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan.
Standar isi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan salah satu acuan pokok bagi SMAIT-TQ Ihya Assunnah di dalam mengem- bangkan kurikulum.

C. LANDASAN KTSP SMAIT-TQ Ihya Assunnah.

  1. UU RI no.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Ketentuan yang mengatur tentang KTSP di dalam UU tersebut yakni Pasal 1 ayat (19); Pasal 18 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 32 ayat (1), (2), (3); Pasal 35 ayat (2); Pasal 36 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 37 ayat (1), (2), (3); Pasal 38 ayat (1), (2).
  2. Peraturan Pemerintah RI no.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
    Ketentuan di dalam PP no.19 tahun 2005 tentang KTSP adalah Pasal 1 ayat (5), (13), (14), (15); Pasal 5 ayat (1), (2); Pasal 6 ayat (6); Pasal 7 ayat (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8); Pasal 8 ayat (1), (2), (3); Pasal 10 ayat (1), (2), (3); Pasal 11 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 13 ayat (1), (2), (3); Pasal 16 ayat (1), (2), (3), (4), (5); Pasal 17 ayat (1), (2); Pasal 18 ayat (1), (2), (3); Pasal 20.
  3. Standar Isi
    Standar Isi (SI) meliputi lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk ke dalam SI adalah kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dan setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas no.22 Tahun 2006.
  4. Standar Kompetensi Lulusan
    SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas no. 23 Tahun 2006.
  5. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

D. TUJUAN PENGEMBANGAN KTSP SMAIT-TQ Ihya Assunnah
Pengembangan KTSP ditujukan bagi upaya menumbuhkembangkan potensi, keimanan, ketauhidan dan ketaqwaan, kreativitas, daya inovasi, dan manajemen, serta kemajuan berkelanjutan sesuai keadaan, kecakapan, dan kesanggupan sekolah dan adanya persaingan sehat di dalam pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas/ mutu pendidikan terjamin.

E. PRINSIP PENGEMBANGAN KTSP SMAIT-TQ Ihya Assunnah

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut:

  • Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
    Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman, bertauhid, dan bertaqwa kepada Alloh Ta’ala, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang baik serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
  • Beragam dan terpadu
    Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karak- teristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengem- bangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
  • Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,  teknologi, dan seni
    Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu penge- tahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
  • Relevan dengan  kebutuhan kehidupan
    Pengembangan kurikulum dilakukan dengan   melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan  kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi,  keterampilan  berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
  • Menyeluruh dan berkesinambungan
    Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.
  • Belajar sepanjang hayat
    Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
  • Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
    Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
F. PRINSIP PELAKSANAAN KURIKULUM
Dalam pelaksanaan kurikulum di SMAIT-TQ Ihya Assunnah meng- gunakan prinsip-prinsip sebagai berikut:
  • Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.
  • Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: (a) belajar untuk beriman, bertauhid, dan bertaqwa kepada Alloh Ta’ala, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
  • Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik berdasarkan al Qur’an dan as Sunnah sebagaimana salafushsholih yang berdimensi ubudiyah, keindividuan, kesosialan, dan moral.
  • Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan).
  • Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multi- strategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan).
  • Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.
  • Kurikulum dilaksanakan dengan berdasarkan prinsip-prinsip pendi- dikan Islam sebagaiamna tertera di dalam Syarah Sistem Pendidikan Islam SMAIT-TQ Ihya Assunnah.
  • Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.

0 Komentar :